Bercita-cita Jadi Jaksa, Mahasiswa Fakultas Hukum jadi Relawan KPU Kabupaten Jember

  Cantik dan penuh percaya diri. Gita Permata Sari, gadis muda mahasiswa Fakultas Hukum UM Jember tersebut menceritakan kisahnya ketika dia terpilih sebagai relawan KPU Kabupaten Jember. Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jember menyelenggarakan seleksi calon anggota relawan demokrasi pemilihan serentak lanjutan tahun 2020 Bupati dan Wakil Bupati dan ia adalah salah satu pesertanya. Terpilih dari 200 pendaftar lainnya, Gita mengaku mengetahui info tersebut pertama kali melalui kaprodi Fakultas Hukum. “Ditawari kaprodi kalau ada kerjaan, mumpung kuliahnya lagi daring juga kan.” Lalu, ia tertarik karena merasa tertantang dengan jobdesk sebagai relawan KPU.

  Passionnya di bidang public speaking menjadi modal awal. Terlebih, ia sudah mempunyai pengalaman menjadi marketing di suatu produk tertentu sebelumnya. Kalau dulu kan memasarkan produk untuk menarik pelanggan, bedanya sekarang sebagai relawan demokrasi (relasi) harus bisa meningkatkan aspirasi masyarakat dan antusiasmenya, ungkapnya. Selain meningkatkan aspirasi masyarakat, kewajiban relasi ialah harus bisa menanggulangi hoaks yang ada. Ketika ada hoaks yang berkembang di salah satu pasangan, harus segera diklarifikasi kebenarannya.

  Gita menjelaskan bahwa relasi harus bersikap netral, “Jadi kami tidak boleh memihak.” Ada tiga tahapan yang harus dilalui oleh calon relasi yang pertama yaitu seleksi administrasi, tes tulis, dan tes wawancara. Ketika wawancara, calon relasi wajib menguasai tentang kepemilihan secara umum, kewilayahan dan rekam jejak Relasi. Setelah diumumkan (13/9/2020) lalu, gadis kelahiran tahun 2000 tersebut mengaku senang bisa menjadi salah satu dari 50 peserta yang dinyatakan lolos. “Kesempatan ini bisa aku jadikan ajang mengembangkan bakat public speakingku.” Karena ia suka menjadi pusat perhatian daripada bekerja di balik layar. Nantinya, Relasi sendiri akan dibagi menjadi menjadi 10 segmen antara lain pemilih pemula. Dan 9 segmen sosialiasi untuk relawan demokrasi yang meliputi basis keluarga, basis pemilih muda, basis pemilih perempuan, basis penyandang disabilitas, basis kebutuhan khusus, basis kaum marjinal, basis komunitas, basis keagamaan, dan basis warga internet. Di setiap basis aka nada 5 orang anggota relasi yang bertugas disesuaikan dengan kebutuhan di setiap segmen.

  “Misal kalau di basis disabilitas, berarti nanti ada anggota yang juga menguasai di bidang tersebut.” Relasi sendiri akan dimulai setelah Bimbingan Teknik (Bimtek) dan akan berakhir 14 Desember 2020 mendatang sebelum dilakukan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati. Setelah ia mendapat pengalaman menjadi Relasi, ke depannya bisa menularkan ilmu kepada adik tingkat. “Apalagi setelah ini saya mau daftar BEM.” Di akhir wawancara, gadis yang menyukai dunia politik itu mengaku ingin menjadi jaksa. Saya suka mengikuti isu perkembangan politik yang lagi trending, ya biasanya lewat twitter, ungkapnya sembari tersenyum.

Search