Wujudkan Tri Dharma, UM Jember Gandeng Pemkab Banyuwangi

      Pada era merdeka belajar, Universitas Muhammadiyah Jember terus melebarkan sayap dengan menjalin Kerjasama di berbagai instansi.

     Setelah dengan Pemkab Jember, kali ini kota Gandrung yang menjadi tujuan selanjutnya. Bertempat di halaman belakang Pendopo Pemkab Banyuwangi, kedatangan Rektor UM Jember beserta para dekan dan jajarannya disambut dengan sangat ramah oleh Abdullah Azwar Anas, Rabu, (2/9/2020). Ada tiga fokus yang menjadi poin penting dalam penjalinan Kerjasama kali ini yaitu di bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat.

     Rektor UM Jember, Dr. Hanafi, MPd, sebagai kesan pertama memuji Banyuwangi sebagai kota wisata dengan moda transportasi yang bagus. Untuk penjalinan kerja sama ini, UM Jember sebagai universitas ingin memberikan sumbangsih berupa keilmuan dan Sumber Daya Manusia yang dimiliki kepada Banyuwangi. “Dengan SDM yang kami miliki semoga kerja sama ini bisa untuk mewujudkan tri dharma perguruan tinggi.” Tri dharma merupakan salah satu tujuan yang harus dicapai oleh perguruan tinggi. Pertama, Pendidikan dan Pengajaran, yang akan mengembangkan potensi sehingga tercetak karakter yang memiliki kekuatan spiritual kegamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, ahlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. “Tanpa proses belajar yang baik, SDM unggul akan minim dihasilkan,” ungkap Hanafi.

     Kedua, Penelitian dan Pengembangan, yang harus dilakukan agar maju dan berkembang. Nantinya, akan berdampak kepada majunya ekonomi, pendidikan, sosial, dan sektor-sektor lainnya di masyarakat. Ketiga, Pengabdian Masyarakat yang salah satu hal penting dari kelanjutan tri dharma yang pertama yaitu Pendidikan. Hanafi berujar bahwa sebanyak apapun ilmu yang dimiliki, kalau tidak diamalkan sesuai fungsinya kepada masyarakat, maka sama dengan nol. Dalam Undang-Undang pendidikan tinggi, disebutkan bahwa pengabdian kepada masyarakat adalah kegiatan sivitas akademika yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

       Anaz juga sependapat bahwa kampus bisa menjadi unsur yang penting untuk mendukung program kerja pemerintah. Ketika muncul angka kemiskinan yang tinggi, mahasiswa fakultas Hukum dalam program pengabdian masyarakat bisa turut andil dalam membantu perbaikan validasi data. Di Banyuwangi, saat ini angka kemiskinan turun di angka 7,5% setelah sebelumnya tembus di angka dua digit. “Kita berkolaborasi per kecamatan dalam penanggulangan kemiskinan.” Selain itu, menurut Anaz, proteksi pasar sangat penting. Percuma apabila sektor pariwisata melambung tinggi kalau masyarakat hanya menjadi penonton. Maka dari itu, peran para mahasiswa yang turut berkecimpung, diharap bisa membantu SDM di daerah-daerah terpencil untuk memaksimalkan potensi yang ada di daerahnya masing-masing. “Uang bukanlah segalanya, rakyat apabila dikelola akan menjadi modal.”

 

Search