UM Jember Lestarikan Budaya Lewat Lomba Batik Nasional

    Budaya asli Indonesia kian lama tergerus oleh budaya barat. Kaum muda yang seharusnya melestarikan, lebih suka memakai budaya barat salah satunya dalam hal berpakaian. Untuk tetap melestarikan budaya Indonesia, khususnya batik, Universitas Muhammadiyah Jember menyelenggarakan Lomba Batik Nasional. Bertema “Merdeka bersama Kampus Biru UM Jember”, lomba diadakan via zoom.

    Sebanyak 175 peserta mengikuti lomba tersebut yang berasal dari berbagai kota di Indonesia, bahkan ada yang berasal dari Malaysia. Diselenggarakan oleh ikatan alumni UM Jember yang diketuai oleh Dr. Toni Herlambang, SE, MM bersama stick holder UM Jember yaitu Bank Mandiri Syariah dan BNI, beliau berujar bahwa lomba ini diadakan agar masyarakat lebih produktif di tengah kondisi pandemi seperti ini. “Sekarang ini kan sekolah dan perkuliaha belum efektif, jadi pelajar dan mahasiswa masih banyak di rumah.” Turut andil pula alumni UM Jember yang menjabat sekretaris ikatan alumni yaitu Iriane Chairini, pemilik Rumah Batik Rolla, Jember. 

    Dibagi menjadi tiga kategori yaitu pelajar, mahasiswa, dan umun, dilaksanakan Selasa-Rabu (1-2/9/2020). Toni menjelaskan teknis pelaksanaan lomba yaitu di hari pertama semua peserta wajib bergabung zoom untuk mendapat pengarahan tata tertib lomba dan ketentuan waktu. Para peserta diberi waktu 3 jam untuk menggambar batik di kertas A3. Dari babak pertama, diambil 7 peserta yang lolos dari masing-masing kategori untuk selanjutnya mempresentasikan hasil karyanya di hari kedua.

    Toni menekankan kepada para peserta untuk menjaga keorisinilan karya, “Jangan sampai karya hasil jiplakan orang lain.” Juri yang didatangkan pun tak tanggung-tanggung langsung dari pakarnya. Ada Dr. H. Komarudin Kudiya S.Ip., M.Ds., Pengurus Pusat YBI (Yayasan Batik Indonesia), Wirasno pemilik Hak Paten “Batik Canting Wira”, dan Ibu Arty pemilik “Batik Arty” Gresik.

    Akhmad Faisal, peserta peraih juara 2 kategori umum mengaku senang bisa berkontribusi dalam lomba seperti ini. Sebelum menggambar batik, pria asal Pekalongan tersebut mengobservasi terlebih dulu tentang potensi, pariwisata dan landmark yang ada di Kabupaten Jember. “Saya beri warna dominan biru yang melambangkan UM Jember.” akunya sebagai trik jitu agar karyanya dilirik juri. Tak hanya seorang diri, Guru Prakarya itu juga turut mengikutsertakan 3 siswanya yang juga menyabet juara di kategori pelajar.

     Kesan lain disampaikan oleh Muchammad Ilham Najib, peraih juara 1 kategori pelajar. Dia mengaku sangat tertantang karena pengerjaan yang hanya dibatasi waktu 3 jam. “Biasanya kita menyelesaikan 1 lembar batik bisa memakan waktu lebih dari sehari, ini kita hanya dibatasi waktu 3 jam.”

    Tak berhenti sampai disini, Toni berharap agar lomba seperti ini bisa terlaksana setiap tahun. Sebagai apresiasi untuk para pemenang, karya akan dipajang di Universitas Muhammadiyah Jember, “Rencana memang ingin kita pajang tapi masih mencari tempat yang pas dimana.”

    Untuk menyaksikan presentasi Lomba Batik Nasional UM Jember bisa klik di link berikut ini : https://www.youtube.com/watch?v=V5xnoBNTlRU&feature=youtu.be

 

Keterangan Gambar :

Gambar 1 : Juara 1 kategori Umum

Gambar 2 : Juara 1 kategori pelajar

Gambar 3 : Juara 1 kategori mahasiswa

 

 

Search