Fakultas Ekonomi Menerapkan Kompetensi Berbasis KKNI untuk Mendorong Kesiapan Mahasiswa Menghadapi MEA

Fakultas ekonomi sudah jauh – jauh hari menggodhok dalam artian untuk menghadapi MEA itu di imbangi dengan penyusunan kurikulum kompetensi berbasis KKNI (Kualifikasi Kerangka Nasional Indonesia),

munculnya KKNI karna ada kondisi MEA atau karna ada era Globalisasi, mau tidak mau  kita harus menerima kondisi tersebut,  kurikulum lama yang bukan berbasis KKNI bukan berarti tidak bagus tetapi bila berbasis kompetensi seorang sarjana yang lulus harus benar – benar berkompetensi pada bidangnya. Kurikulum yang lama kalau nilainya masih C itu sudah disebut lulus yang mestinya belum bisa lulus, belum berkompetensi sudah bisa lulus. tetapi kalau kompetensi berbasi KKNI minimal harus lulus dengan nilai B, Fakultas sudah mempersiapkan hampir 3 tahun yang lalu sebelum di berlakukan, di fakultas ekonomi sendiri hampir selama 2 tahun sudah di terapkan kurikulum kompetensi berbasis KKNI. Penerapannya memang extra berat baik dari mahasiswa maupun dari dosen, tetapi fakultas tetap bersemangat untuk menyelenggarakan itu, fakultas tidak ingin sarjana yang lulus tidak punya kompetensi dan kurangnya kesiapan untuk terjun menghadapi Mea.

’’Penerapan kurikulum kompetensi berbasis KKNI untuk kesiapan Menghadapi MEA dan Persaingan – persaingan karna mau tidak mau kita tidak bisa bendung arus kompetisi kita, SDM (Sumber Daya Manusia) yang dari luar negeri, bisa – bisa kalau kita tidak persiapkan seperti itu jangan – jangan lulusan Manajemen kalau melamar kerja bukan lagi sebagai Manager atau mungkin pegawai bagian administrasi dst, bisa – bisa juga sebagai OB (Office Boy) OG (office Gril) karna memang tidak memiliki kompetensi di bidang itu’’ 

Setiap mata kuliah yang berbasis kompetensi itu memang berat, bagi dosen harus mengamati setiap mahasiswa di setiap mata kuliah, bila mahasiswa tidak lulus, maka kita harus dampingi mahasiswa sampai dia bisa, jadi tidak ada kemungkinan mahasiswa lulus dengan nilai C, kita lebih banyak menerjunkan mahasiswa menjalankan Student Center Learning, sifatnya dosen sebagai fasilitator bila ada hal – hal yang kurang dimengerti oleh mahasiswa baru kita memberikan pengarahan kepada mahasiswa.

 Untuk mendukung kesiapan mahasiswa mengahadapi MEA, fakultas mengadakan beberapa kegiatan yaitu: seminar menjelang MEA, Workshop, Pelatihan dalam rangka menjelang MEA, diskusi tentang MEA, dan menghimbau para dosen untuk meningkatkan kualitas mahasiswa terutama di PBN nya. Contoh : prodi manajemen memiliki laboratorium manajemen punya banyak sekali item yang harus atau wajib di ikuti oleh mahasiswa dalam rangka untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa di bidangnya. kegiatan peningkatan kompetensi baik dari program studi manajemen maupun akuntansi itu yang sifatnya wajib di ikuti mahasiswa sebagai syarat untuk mengikuti skripsi. 

Mahasiswa dituntut untuk terjun langsung paling tidak membuat laporan keuangan di perusahaan – perusahaan, karna mahasiswa ekonomi akan ironis bila mereka tidak bisa membuat laporan keuangan, mahasiswa harus mengikuti pelatihan inteprener untuk mendukung kurikulum KKNI, karna meskipun secara teori di mata kuliah sudah disampaikan mahasiswa tetap harus mengikuti inteprener chalenge, mahasiwa diwajibkan untuk membuat proposal start up busnise mahasiswa harus bisa membaca peluang, proposal harus di realisasikan sehingga mahasiswa memiliki kesiapan untuk menghadapi MEA.

Mematangkan kesiapan mahasiswa mengahadapi MEA dengan mengadakan marketing competion, mengajarkan mahasiswa membuat strategi pemasaran, karna ujung tombak kesuksesan suatu perusahaan ada pada pemasarannya, mahasiswa di bekali ilmu bagaimana membuat plan marketing. 

Mahasiswa di bekali bagaimana bila menjadi seorang intrapraner dan menyikapi dunia kerja. Fakultas menyediakan simulasi Bank sebagai sarana praktek untuk mempersiapkan Magang yang wajib di ikuti mahasiswa. Mahasiswa dilatih kreatifitasnya melalui pembuatan  buku mengenai mata kuliah dengan desain semenarik mungkin. Juga melalui Presentasi dengan berbgai variasi agar tidak terjadi kejenuhan pada mahasiswa.

Sistem KKNI di lakukan dalam rangka meningkatkan softskill mahasiswa, meningkatkan kompetensi mahasiswa di setiap mata kuliah.

Dari Dra. Hj . Retno Endah S, MM (Wakil Dekan Fakultas Ekonomi)

(ZA)