Berita Terkini

Indonesia Investment Festival (INVESTIVAL) 2018 merupakan ajang yang diselenggarakan BEI bekerja sama dengan OJK dan beberapa sekuritas dan perusahaan Go Public. Dikemas dalam beberapa rangkaian acara yang menarik minat masyarakat untuk berinvestasi di dunia pasar modal digelar selama 3 hari berturut-turut dari tanggal 26-28 Oktober 2018 di Grand City Mall Surabaya. Acara dibuka oleh Direktur PT Bursa Efek Indonesia, Kepala OJK serta Walikota Surabaya sebagai Keynote Speech. Rangkaian acara selanjutnya terdiri dari beberapa Financial Talkshow dengan pemateri yang expert dibidang pasar modal, StockLab Competition, dan masih banyak lagi.

StockLab Competition merupakan salah satu ajang simulasi trading saham dimana pesertanya berasal dari 32 Universitas Negeri dan Swasta, salah satunya Universitas Muhammadiyah Jember serta puluhan peserta yang berasal dari umum atau masyarakat. Dengan total lebih dari 180 peserta, Galeri Investasi Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Jember mengirimkan 5 orang perwakilan KSPM FE UM Jember untuk mengikuti ajang bergengsi tersebut. “Ajang StockLab Competition melatih mahasiswa selaku investor muda untuk dapat menerapkan, menganalisis serta mengasah intuisi mereka untuk dalam lihai berinvestasi saham di pasar modal” ujar Astrid Maharani,S.E., M.Akun. selaku Ketua Laboratorium Pasar Modal FE UM Jember.

Pada babak penyisihan pertama, ke lima orang tim KSPM FE UM Jember semuanya berhasil masuk dalam babak penyisihan menyisihkan 70 peserta lainnya. Namun, pada babak penyisihan kedua, hanya dua perwakilan tim KSPM FE UM Jember yang berhasil masuk ke babak semifinal. Hingga akhirnya, hanya satu perwakilan tim KSPM FE UM Jember atas nama Puseiri dari Program Studi Akuntansi FE UM Jember yang behasil lolos ke babak final dan berhasil meraih juara III dalam StockLab Competition yang merupakan rangkaian acara dari Indonesia Investment Festival 2018. “Banyak pelajaran berharga yang bisa saya ambil dari peserta lomba lain terlebih ini kali pertama saya mengikuti ajang bergengsi seperti ini. Terima kasih untuk dukungan seluruh jajaran Universitas Muhammadiyah Jember” ujar Puseiri, mahasiswa FE UM Jember asal Sumenep. Raut kebahagiaan juga terpancar dari Ketua Prodi Akuntansi FE UM Jember, Diyah Probowulan, S.E., M.M. yang mengatakan bahwa “Ini adalah salah satu wujud dukungan civitas akademika bagi mahasiswa untuk dapat mengikuti kompetisi dan mempraktikkan teori yang telah mereka terima mengenai jual-beli saham di pasar modal.”

UM Jember terus meningkatkan kegiatan pengabdian masyarakat melalui penggunaan teknologi tepat guna, salah satunya melalui kegiatan Program Kemitraan Masyarakat berupa Penerapan Rekayasa Irigasi Pompa Hidram dan Pompa Tenaga Surya di Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo. Wilayah ini berbatasan langsung dengan daerah pesisir dan mempunyai kontur lahan cukup ekstrim, menjadikan alasan daerah ini tertinggal dalam pengelolahan SDA yang ada. Salah satunya adalah pengolahan sumber air di beberapa titik sungai pegunungan yang masih belum dimanfaatkan dengan baik untuk produksi pertanian sehingga terjadi kekeringan dan kurang maksimalnya hasil panen yang didapatkan.

Menurut Adhitya Surya Manggala ST, MT, selaku ketua pelaksana, beberapa faktor yang menghambat kemajuan pengolahan SDA antara lain karena keterbatasan pengetahuan masyarakat di daerah tersebut dan kurangnya komunikasi antara masyarakat dengan perangkat daerah. Masyarakat harus menempuh perjalan jauh ataupun menumpang ke masyarakat lain apabila terjadi kemarau. Pada persawahan yang mengalami kekeringan sementara diatasi dengan penggunaan pompa diesel yang hanya dimiliki beberapa pemilik sawah yang kaya dan adanya biaya sewa alat yang memberatkan masyarakat yang mayoritas kalangan menengah kebawah. Sempat muncul inisiatif untuk membuat tanggul pengalihan aliran air sungai sementara, tetapi kembali hancur ketika musim hujan karena aliran sungai yang deras dari puncak gunung. Selaku anggota pelaksana, Ilanka Cahya Dewi, ST., MT menambahkan, mitra yang mengalami masalah tersebut yaitu Kelompok Tani Jaya Makmur (KTJM) dan Karang Taruna Desa Tambak Ukir (KTDTU). KTJM merupakan kelompok petani yang tinggal didaerah dekat dengan areal persawahan yang memiliki kontur tanah tidak beraturan. Kelompok ini mempunyai kegiatan pertanian hanya saat musim hujan ringan atau saat aliran air sungai bisa dibendung. Namun saat musim hujan tinggi yang menyebabkab aliran air sungai deras, maka kebutuhan air pertanian terganggu bahkan mengalami kekeringan. KTDTU merupakan kelompok pemuda yang dibentuk oleh perangkat desa setempat untuk membantu permasalahan umum yang ada dilingkungan desa setempat. Kedua mitra ini bersedia bekerjasama dengan tim pengusul dalam upaya menanggulangi masalah yang mereka hadapi saat ini.

Hasil kegiatan tim Dosen Program Studi Teknik Sipil ini mendapatkan apresisasi yang sangat baik dari Pemerintah Kabupaten Situbondo. Hal ini diwujudkan dalam acara koordinasi bersama yang dilaksanakan hari Senin tanggal 27 Agustus 2018 di Ruang Intelegensi Room Kantor Pemda Situbondo. Dalam kesempatan itu, UM Jember berkesempatan untuk ikut membantu beberapa lahan pertanian yang memiliki potensi dan permasalahan yang sama, bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Dinas PUPR dilingkungan Kabupaten Situbondo.

Shoes Care adalah sebuah usaha pelayanan jasa yang dikhususkan untuk perawatan segala jenis sepatu. Salah satu UMKM di Jember yang bergerak di bidang shoes care adalah DnB Shoes Care yang kini terletak di Jalan Mastrip Jember. Beberapa layanan jasa Shoes Care yang ditawarkan meliputi mencuci sepatu, menghilangkan noda di sepatu, repair/sol sepatu,treatment sepatu/poles sepatu, dan re-paint. Dari segi operasional, UMKM ini masih tergolong masih sederhana. Peralatan yang digunakan dalam Shoes Care masih sederhana dengan menggunakan jahit manual dengan tangan. Hal ini menyulitkan kedua mitra usaha Shoes Care terkait pengerjaan yang terkadang memakan waktu yang cukup lama misalnya dalam hal jasa repair/sol sepatu, terkadang ketika penggarapan sepatu sedang banyak mitra usaha harus menjahit manual 5-7 sepatu per hari. Kegiatan manual pula masih dilakukan saat pengeringan dengan menggunakan papan dengan bantuan sinar matahari. Dalam hal jasa mencuci sepatu dan re-paint yang tergantung pada sinar matahari untuk menjemur sepatu, kendala yang ditemui adalah ketika musim penghujan dengan jumlah konsumen yang meningkat dan kurangnya sinar matahari untuk proses penjemurannya. Pada saat re-paint media yang digunakan kuas dan cat, hal ini membuat proses re-pain terkadang tidak terlalu rapi dan membutuhkan waktu yang agak lama (karena menggunakan atau tergantung pada sinar matahari untuk penjemuran setelah dicat). Berdasarkan kendala yang dihadapi oleh UMKM tersebut, Program Kemitraan Masyrakat adalah salah satu jenis skema pengabdian masyarakat yang didanai oleh Kemenristek Dikti. Adhisrestira Bayu Wega, owner dari DnB Shoes Care ini menyebutkan bahwa “Dengan adanya pengadaan Shoes Dryer kami tidak perlu cemas mengatasi ketergantungan terhadap terik matahari karenadengan alat ini dapat mengeringkan sepatu dalam jumlah banyak secaracepat, tidak terkendala cuaca, serta lebih higienis”. Selain itu, tim pelaksana yakni Achmad Hasan Hafidzi, S.E., M.M. yang merupakan dosen Manajemen UM Jember memberikan Pelatihan terkait Optimalisasi Strategi Pemasaran dan Pelatihan Digital Marketing serta Astrid Maharani, S.E., M.Akun. yang merupakan dosen Akuntansi UM Jember memberikan Pelatihan dan Pendampingan Laporan Keuangan UMKM berbasis SAK EMKM.

Seiring dengan peradaban jaman dan pesatnya industri, tak jarang masyarakat Indonesia menambahkan kerupuk sebagai pelengkap menyantap makanan sehari - hari, salah satunya kerupuk putih. Kerupuk dengan bahan dasar tepung tapioka ini biasa disebut juga dengan kerupuk blek. Selain mudah ditemukan di warung atau toko kelontong, kerupuk putih ini selalu menjadi pilihan masyarakat karena harga nya yang relatif murah dan rasanya yang gurih dan nikmat.

Persaingan usaha di era modern seperti saat ini menuntut para UMKM berfikir lebih kreatif dan inovatif. Tidak terkecuali untuk UMKM Kerupuk di Kabupaten Jember, yang harus terus melakukan perbaikan baik dari segi operasional, pemasaran, manajemen, maupun keuangan/akuntansi. Permasalahan yang kerap dihadapi yakni proses produksi yang terhambat karena masih menggunakan tenaga manusia dan tradisional, sehingga jumlah produksi pun terbatas ujar Farid W., selaku owner kerupuk UD. Putra Surya. Bapak Farid juga mengakui keterbatasan ilmu pengetahuan dalam pembuatan laporan keuangan seringkali membuat bingung dalam menentukan keuntungan yang diperoleh. Hal ini juga turut diakui oleh pengusaha kerupuk UD. Putra Jaya yang mengatakan bahwa pembuatan laporan keuangan yang biasa dilakukan masih menggunakan pembukuan atau praktik akuntansi yang sangat sederhana yakni single book entry.

Adanya Program Pengabdian Masyarakat yang diusulkan oleh kedua Dosen Universitas Muhammadiyah Jember yakni Astrid Maharani, SE, M.Akun, dan Dewi Deniaty S.E, M.M mampu memberikan dampak positif untuk meningkatkan produktivitas kedua UMKM kerupuk tersebut. Mengacu pada permasalahan kedua mitra ini, maka untuk itu kami mengupayakan dengan pengadan alat yang modern dan beragam pelatihan yaitu pemasaran dan pembuatan laporan keuangan berbasis SAK EMKM ujar Astrid Maharani. Dalam hal ini kedua mitra mengikuti pelatihan tersebut dengan bersungguh-sungguh.

Seperti yang diketahui, salah satu masalah utama keuangan UMKM terjadi dalam pemisahan keuangan, saat adanya penggunaan barang modal ataupun uang yang berasal dari kegiatan usaha bagi kebutuhan pribadi pemilik. Hal ini menyebabkan pemilik usaha seringkali bingung menentukan keuntungan yang diperoleh dikarenakan belum adanya pembukuan dan pencatatan yang sesuai. Dalam pelatihan akuntansi materi yang dijelaskan mengenai alasan UMKM dibutuhkan pencatatan ketika dilakukan jual beli, ketentuan khusus tentang UMKM, prosedur pencatatan akuntansi di UMKM, serta penjelasan mengenai Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM).

Selain masalah keuangan, masalah perluasan pasar juga menjadi perhatian bagi mereka untuk meningkatkan keuntungan kedua mitra kerupuk tersebut. Oleh karena itu, melalui pelatihan manajemen pemasaran, kedua mitra dijelaskan mengenai standar kemasan kerupuk yang lebih higienis dan menarik, penentuan segmentasi pasar, penggunaan atau pengaplikasian digital marketing melalui website, facebook bussines, dan instagram bussines, penentuan USP (Unique Selling Point) produk agar mudah menarik minat konsumen. Dewi Deniaty mengatakan Seperti diketahui, digital dan internet marketing mempunyai peran yang cukup kuat untuk mengahadapi persaingan bisnis saat ini. Dengan adanya kemasan yang lebih modern diharapakan mampu meningkatkan nilai jual kerupuk di mata konsumen, selanjutnya akan sangat mudah untuk dipasarkan ke pasar yang lebih luas. Selain itu, promosi dan penerapan strategi pemasaran melalui sosial media pun kian diminati mengingat jangkaun konsumen yang lebih luas dan harga nya yang relatif murah.

Sebelum pelatihan dan pendampingan secara intensif selama kegiatan Program Kemitraan Masyarakat bersama kedua mitra pengusaha kerupuk ini usai, diharapkan adanya keberlanjutan program yang masih tetap dilanjutkan oleh kedua mitra usaha secara mandiri sehingga dapat merasakan dampak meningkatnya produktifitas kinerja.

Lebih dari 500 orang terdiri dari Mahasiswa , Akademisi, Politikus beserta masyarakat umum menghadiri acara Diskusi Publik Fakultas Hukum Unmuh Jember dengan tema "Persoalan Hukum dalam Prespektif Konstitusi dan Politik",(08/10 2018). Bertempat di Gedung Aula A. Zaenuri UM Jeember. Sebagai Narasumber utama adalah Prof. ROCKY GERUNG (Pengamat Politik), SURYONO AHMAD (Akademisi/Advokat/Narasumber), HAVID ALFAN (Instruktur Nasional Labour Working group/Moderator). Disamping itu turut diundang pula diantaranya AHMAD ANIS, S.E (Ketua KPU Kab. Jember), SUYATNA S.H, M.H. (Dekan Fakultas Hukum Unmuh Jember), Staf Rektorat Univ. Muhammadiyah Jember, Anggota Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Jember dan Perwakilan Partai Golkar dan Partai Gerindra.

Acara di Awali dengan pembukaan oleh pemandu acara, Pembacaan Do'a, Menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Sang surya, Sambutan - sambutan dan penutup. Dalam sambutanya ANDI SAPUTRA (Ketua Komisariat Justitia IMM Unmuh Jember) menyampaikan Seminar dilaksanakan dikarena kerasahan kader-kader IMM pada saat berdiskusi dimana produk hukum selalu menimbulkan pertayaan multidimensial di ranah akademis dan pada dasarnya selalu ada lubang atau celah pada saat makziat politik hukum sedang berlangsung, maka berlatar belakang itulah acara diskusi ini digelar. Jelas andi dalam sambutan. Dalam sambutan lainnya bapak SUYATNA (Dekan Fakultas Hukum Unmuh Jember) mengatakan bahwa konstitusi memiliki peran utama dan dasar ketentuan hukum yg ada dibawahnya sehingga peraturan perundang-undangan yang dibuat tidak boleh menyimpang dari Konstitusi. Kampus merupakan tempat untuk mendidik para penerus generasi bangsa agar mampu menjalankan sistem ketetanegaraan.

Diskusi publik dimulai dengan narasumber satu bapak SURYONO AHMAD (Akademisi) menyampaikan beberapa hal diantaranya, 1). Merayakan perbedaan yg ada di rakyat indonesia saat ini telah tiada di rezim ini dimana apabila terdapat perbedaan pada pemerintah telah dianggap berada pada kubu Prabowo, 2). Kegiatan diskusi ini bukan merupakan provokasi politik dikarenakan acara ini didasari karya ilmiah, 3). Janji kampanye yg disampaikan Presiden pada saat kampanye namun tidak ditepati, hal tsb tidak ada dalam pasal konstitusi agar perbuatan tsb dpt ditindak atau mendapatkan punishmen, 4). Proses pencarian konstitusional di Mahkamah Konstitusi belum sempurna, dimana keputusan seluruhnya ditentukan oleh suara terbanyak hakim.

Sedangakan narasumber dua Prof ROCKY GERUNG menyampaikan beberapa pendapat terkait tema yang digagas oleh panitia. Dalam paparanya mengatakan “ Saat ini tidak ada istilah cara pandang dalam Politik yg ada hanya cara "ngamuk" dalam kontestasi. Konstitusionalisme merupakan transisi dari kekuasaan raja menjadi kekuasaan rakyat dalam sejarah terbentuk konstitusi. Demokrasi diindonesia saat ini terbalik dimana pemenang dalam demokrasi dianggap menjadi suara tuhan. Politik saat ini dianggap mengakali konstitusi dimana pihak yg berkuasa dapat merubah konstitusi. Presiden RI harus cerdas dimana secara konstitusi pertama Presiden harus mencerdaskan kehidupan bangsa apabila tidak dapat menjalankan perintah tsb maka Presiden Inkonstitusional. Setiap pemikiran kritis pada rezim saat ini dianggap makar dan dapat dijerat dg segala aturan yg ada. Politis di indonesia saat ini kalau telah menjadi DPR berlomba2 utk memperebutkan anggaran APBN dimana segala Partai akan berusaha menempatkan kadernya di banggar.

Setelah pemparan selesai dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Selama kegiatan diskusi berlangsung sangat kondusif dan aman.

 

Salah satu tugas dosen yaitu Pengabdian kepada Masyarakat. Tanpa terkecuali oleh dosen Fakultas Teknik Program Studi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Jember. Diketuai oleh Bapak Ilham Saifudin tim dosen ini melakukan pengabdian masyarakat dengan skema PKM (Program Kemitraan Masayarakat) yang didukung oleh Kemenristekdikti. Kegiatan PKM ini berupa mengadakan Pelatihan dan Pendampingan dalam Penyablonan Barang Pecah belah sebagai Souvenir Demi Meningkatkan Nilai Jual dan Pendapatan Kelompok Handycraft pada Kelurahan Karangrejo Jember. Kegiatan ini bertujuan untuk melahirkan unit usaha baru, berupa usaha mug sablon berkarakter. Artinya, pada mug tersebut akan disablon gambar karakter dan berdesain kekinian dengan mesin press sablon modern.

Adapun yang menjadi mitra ke-1 pada kegiatan PKM ini adalah Kelompok Handycraft. Kelompok Handycraft atau yang disebut kelompok pengrajin kerajinan tangan terletak di Kelurahan Karangrejo Kecamatan Sumbersari tepatnya di sebelah timur dari pusat Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Kelompok Handycraft fokus membuat kerajinan hantaran (seserahan pernikahan), gelang manik-manik, dan anyaman tikar. Kelompok ini berdiri sejak tahun 2015 dan masih berlangsung hingga saat ini. Menurut ketua Kelompok Handycraft yaitu Ibu Ariyati Karinda Woelandari bahwa usaha souvenir mug sablon berkarakter ini sangat menarik, karena jika dilihat dari letak geografis, tempat Kelompok Handycraft berkarya terletak di Kelurahan Karangrejo, dimana merupakan wilayah yang disebut-sebut dekat dengan sentra ekonomi Kabupaten Jember, yaitu dekat dengan daerah kampus. Diantaranya: Universitas Jember, Politeknik Jember, IKIP PGRI Jember dan Universitas Muhammadiyah Jember. Ini mejadikan Kelurahan Karangrejo sebagai area strategis dalam memenuhi kebutuhan souvenir di Daerah Kabupaten Jember.

Sedangkan untuk mitra ke-2 yaitu Koperasi Wanita Sekar Kartini sebagai mitra kedua terletak di jalan Sriwijaya VIII/ 4 Karangrejo Jember. Bidang usaha yang dijalani Koperasi Wanita Sekar Kartini yaitu Simpan Pinjam, pertokoan, carwash, rent car, dan kursus mengemudi. Tugas dari Koperasi Wanita Sekar Kartini adalah mengelola manajemen pemasaran dari pembuatan souvenir tersebut. Dengan adanya kerja sama antara anggota Kelompok Handycraft selaku produsen dan Koperasi Wanita Sekar Kartini selaku pemasaran, maka akan mengguntungkan kedua belah pihak.

Dilatarbelakangi oleh masih tingginya angka kematian perempuan dalam kesehatan reproduksi, dimana kanker payudara menjadi penyebab kedua kematian dari perempuan setelah kanker serviks. World Health Organization (WHO) pada tahun 2010 menyebutkan bahwa kanker payudara merupakan kanker tersering yang terjadi pada wanita Indonesia dengan insiden sebanyak 8.082 kasus atau (18,4%). Penyakit kanker payudara prevalensinya adalah sebanyak 0,5% yang merupakan jumlah terbanyak setelah kanker serviks sebesar 0,8%. Sedangkan estimasi jumlah kanker payudara di Jawa Timur adalah terbanyak kedua sebesar 9688 kasus setelah Propinsi Jawa Tengah sebesar 11.511 kasus. Kejadian ini meningkat seiring dengan kondisi menopause dimana fungsi hormonal sudah tidak seimbang dan mengalami penurunan sehingga fungsi kekebalan atau imunitas juga akan menurun. Tetapi pada saat ini fenomena bergeser dari paska menopause menjadi pada semua tingkat usia, bahkan pada usia remaja. Dosen Fakultas Kesehatan UM Jember, Luh Titi Handayani, M.Ali Hamid dan Hendra Kurniawan memberikan bentuk jasa dalam program pengabdian kepada masyarakat dalam membantu menyelesaikan permasalahan yang sedang terjadi dimasyarakat. Program ini sekaligus sebagai salah satu bagian dari tugas tri dharma perguruan tinggi dengan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Program yang didanai ini oleh a. Hal yang melatarbelakangi dari bentuk jasa yang diberikan dengan topik peran kader dalam melakukan deteksi dini dalam pencegahan kanker payudara.

Menurut Ibu Luh Titi Handayani dalam perspektifnya menjelaskan bahwa, permasalahan penyakit kanker payudara tidak dapat dipandang remeh. Angka kematian akibat kanker payudara juga sangat besar persentasenya, maka perlu dilakukan upaya sedini mungkin untuk melakukan antisipasi tanda dan gejalanya. Penemuan kasus sejak dini menjadi langkah penting untuk melakukan tindakan tepat pengobatan kanker payudara hal ini dikarenakan bahwa penderita kanker payudara mencari pertolongan ke tenaga atau fasilitas kesehatan sudah dalam stadium akhir dan hal ini yang menyebabkan meningkatnya kematian karena kanker. Kecepatan dan ketepatan pengobatan akan dapat meningkatkan angka kesembuhan dan sekaligus akan menurunkan angka kematian akibat kanker payudara. Beberapa risiko yang meningkatkan kejadian kanker payudara antara lain usia, obesitas, gaya hidup, terapi hormonal termasuk penggunaan alat kontrasepsi hormonal jangka panjang, tidak menyusui, genetic, dll. Diskusi dari mitra didapatkan informasi bahwa mitra kurang paham tentang kanker payudara, dan cara pemeriksaan kanker payudara yang dilakukan secara mandiri, tanda dan gejala awal kanker payudara, ketidak tahuan dalam melakukan pemeriksaan dini secara mandiri tanda dan gejala kanker payudara. Fenomena ini tentu perlu solusi guna mengurangi risiko keterlambatan penanganan. Selain penyuluhan kesehatan program ini juga bersama dengan tokoh masyarakat membentuk kader sukarela yang membantu aktif untuk melakukan deteksi dini dengan sadari yang dilakukan 9-10 hari setelah menstruasi bersih. Kader sebagai fasilitator yang akan menindaklanjuti kagiatan ini secara berkelanjutan. Pemberdayaan kader dalam deteksi dini sadari kanker payudara sangat diperlukan. Kader dalam sebagai mediator pesan kesehatan pada kelompok masyarakat terkecil yaitu keluarga.

Sebagai bagian dari kegiatan catur dharma perguruan tinggi, Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Jember mengharapkan para dosen untuk dapat melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat sesuai dengan bidang keilmuannya. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat.

Dosen Fakultas Teknik Ir. Suhartinah, M.T bersama Ir. Dewi Lusiana, M.T telah melaksanakan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat. Dalam program kemitraan ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan mitra. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Sukodono Kecamatan Pujer Kabupaten Bondowoso, (7/7/2018).

Menurut Ir. Dewi Lusiana, M.T sebaim besar mata pencaharian penduduk Desa Sukodono adalah bertani, dengan ermacam-macam hasil pertanian yang dihasilkan penduduk Desa Sukodono diantaranya adalah ubi Ac putih. Melihat hasil pertanian yang melimpah penulis memberikan solusi dengan menggalakkan lagi Posdaya Masyarakat yang pernah didirikan yang bernama Posdaya Nafiah. Anggota Posdaya Nafiah adalah ibu-ibu Desa Sukodono. Dipilihnya Posdaya Nafiah sebagai mitra untuk menambah pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu untuk menambah peran wanita bagi masyarakat.

Sebagai mitra diberikan Pelatihan kepada ibu-ibu anggota Posdaya Nafiah berjudul Inovasi Produk Ubi Ac Putih menjadi keripik dan cupcake ubi ace putih.

Dipilihnya produk snack karena faktor-faktor seperti tahan lama, rasa yang unik, kerenyahan, harga yang terjangkau, kemasan yang modern, membuat produk snack diminati masyarakat sehingga produk snack mempunyai peluang pasar yang baik. Sedangkan dipilihnya cupcake karena cupcake kue yang juga diminati masyarakat. Dengan toping yang menarik cupcake ubi ini layak untuk dikonsumsi.

Adapun materi yang diberikan saat pelatihan adalah Manajemen Pemasaran, bagaimana menciptakan produk yang mempunyai ciri khas yang nanti akan merupakan keunggulan produk. Kemudian Pengolahan keripik ubi ac putih dengan teknologi mesin vacuum Frying. Dengan menggoreng secara vacuum mempunyai keunggulan menghasilkan keripik ubi yang renyah dan rasa khas ubi tetap terasa. Sehingga ciri khas dan keunggulan keripik ubi ini pada kerenyahan dan rasa ubi tetap terasa. Pada pembuatan cupcake ubi dengan cara memasukkan ubi yang telah dikukus dan dihaluskan kedalam adonan cupcake. Juga diberikan pelatihan cara mengemas keripik yang menarik hingga nanti pemasaran dengan model pemasaran berbasis Teknologi.

Masyarakat yang dinamis mudah tertarik dengan produk-produk unik, maka dengan adanya keripik dengan teknologi vacuum frying dan cupcake ubi ac putih menjadi peluang pasar yang menjanjikan. Serta dapat menjadi ciri khas Desa Sukodono.

Diharapkan dengan diberikan pelatihan ini bisa menambah pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu anggota Posdaya Nafiah sekaligus bisa member solusi bagi petani ubi ace putih untuk memasarkan hasil pertaniannya yaitu ubi ac putih. Juga semoga Demikian pelatihan yang telah dilakukan oleh Dosen Fakultas Teknik UM Jember semoga dapat meningkatkan kesejahteraan mitra.

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan utama bagi bayi terutama saat berusia 0-6 bulan. Kondisi ini menjadi sangat penting bahwa ibu menyusui harus memiliki kualitas ASI yang baik, karena makanan bayi tersebut sangat tergantung dari makanan ibu yang membentuk kualitas ASI. Bila kualitas ASI baik, maka sangat dimungkinkan ibu bisa memberikan ASI secara eksklusif, yaitu bayi hanya diberi ASI saja sampai usia 6 bulan. Namun kondisi pemberian ASI eksklusif ini kadang masih mengalami kendala, karena kualitas ASI yang tidak mendukung untuk dapat dipertahankan sampai batas waktu 6 bulan. Selain itu ibu menyusui kadang masih belum memiliki pemahaman yang optimal dalam mengelola ASI dan meningkatkan kualitas ASI, yang salah satunya dengan penunjang berupa nutrisi yang memadai dan syarat akan gizi. Mengingat hal tersebut, perlu upaya peningkatan kualitas ASI dengan cara meningkatkan persepsi bagi ibu mneyusui terkait hal-hal yang menunjang kualitas ASI.

Salah satunya dengan mengadakan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang berjudul “PKM Kelompok Ibu Menyusui Dalam Peningkatan Keterampilan Olah Pangan Sebagai Penunjang Kualitas ASI” yang mendapat bantuan dana dari Direktorat Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, dengan Ketua pelaksana yaitu Diyan Indriyani Diyan Indriyani, S.,Kp.,M.Kep.,S.p.Mat dan sebagai anggota pelaksana Awatiful Azza M.Kep.,S.p.Kep.Mat sebagai Team PKM Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jember. Mitra merupakan kelompok ibu menyusui yang tinggal di wilayah Dusun Purwojati dan Dusun Dukuh, Desa Dukuhdempok Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember. Tujuan utama dari pelaksanaan program PKM ini yaitu: 1) melakukan penyuluhan tentang manajemen laktasi, 2) melakukan penyuluhan tentang manajemen nutrisi masa laktasi, 3) pelatihan keterampilan olah pangan dalam menunjang kualitas ASI, 4) pelatihan Mitra menjadi edukator sebaya dan 5) pelatihan Mitra menjadi pendamping dalam edukator sebaya. Selanjutnya target kegiatan ini adalah kelompok ibu menyusui memiliki persepsi yang tepat dan kemampuan olah pangan dalam menunjang kualitas ASI. Jangka waktu pelaksanaan kegiatan pelatihan pada PKM ini selama 2 yaitu bulan Mei-Juni 2018 . Pelatihan pada kelompok ibu mneyusui dilakukan sebanyak 5 kali yang di awali dengan Focus Group Discussion (FGD) guna menjajagi perserpsi awal dari kelompok ibu menyusui berkaitan dengan upaya peningkatan kualitas ASI. Pada pelatihan keterampilan olah pangan, bahan dasar yang dipilih yaitu lele. Kelebihan ikan lele adalah selain mudah didapat serta murah, lele memiliki cita rasa yang lezat, tinggi protein dan asam amino omega 3, rendah lemak, mengandung kadar fosfor, magnesium,zink, kalsium, zat besi dan kalium cukup tinggi ( porsi ikan lele mengandung 15,6 gram protein), sumber vitamin B12 (porsi lele sudah memenuhi kebutuhan 40% vitamin B 12), rendah merkuri, sehinga sangat tepat diberikan untuk ibu yang sedang menyusui juga dapat sebagai penunjang penyembuhan luka bagi ibu menyusui karena dampak dari persalinanUntuk selanjutnya pada kegiatan PKM ini juga dilakukan pendampingan saat demonstrasi menjadi edukator sebaya bagi kelompoknya. “saya berharap kelompok ibu menyusui ini dapat meningkatkan persepsinnya dalam mengoptimalkan kualitas ASI terutama dalam keterampilan olah pangan”, harap Diyan Indriyani, S.,Kp.,M.Kep.,S.p.Mat. “ selain itu juga menjadi educator sebaya bagi sesame ibu menyusui”. Imbuhnya.

Copyright © 2017 University of Muhammadiyah || UPT Pusat Data & Informasi