Politik transaksional atau politik uang merupakan salah satu masalah serius dalam setiap pemilihan umum di Indonesia. Dalam setiap event penyelenggaraan pemilu selalu ditemukan pelanggaran berupa politik transaksional baik dalam pemilihan berskala nasional seperti pemilihan presiden sampai dengan pemilihan berskala lokal seperti pemilihan kepala desa. Bahkan di beberapa daerah politik transaksional menjadi suatu hal yang biasa dan diterima. Sampai dengan saat ini, realita ini masih terus terjadi di masyarakat dan belum ditemukan titik temu penyelesaiannya. Maka berangkat dari permasalahan sosial tersebut, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jember berusaha mengungkapkan mengapa hal tersebut dapat terjadi dengan melakukan kegiatan penelitian. Kegiatan penelitian tersebut adalah sebuah bentuk melaksanakan tugas tri dharma Perguruan Tinggi untuk mengembangkan riset yang dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan bermanfaat bagi masyarakat luas. Karya mahasiswa dengan judul ‘Banal Politik Transaksional Para Pemilih’ diapresiasi oleh Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristekdikti) dan terpilih dalam kegiatan Program Kreatvitas Mahasiswa (PKM) pada tahun 2019. Mahasiswa tersebut bernama Haressa Lintang Rizkika (S1— Psikologi), Hikmatul Ummah (S1— Psikologi), dan Aidina Winona Raider (S1— Psikologi) serta dosen pendamping Erna Ipak Rahmawati, S.Psi.,MA. Mereka melakukan penelitian terkait dengan mengapa masyarakat terus-menerus melakukan praktik politik transaksional kendati hal tersebut dilarang oleh Undang-Undang Dasar. Lintang, Ummah dan Winona menemukan fenomena yang ada di masyarakat, kemudian berusaha mengungkapkannya melalui tinjauan psikologis. Hasilnya bahwa masyarakat menganggap bahwa poliik transaksional adalah hal yang tidak harus dihindari atau dianggap sebagai hal yang positif. Banyak dari masyarakat memaknai bahwa pemberian dalam pemilu adalah bentuk hadiah, tali asih dan kompensasi atas hak suara yang mereka berikan. Dalam penjelasan ilmu psikologi, masyarakat mengganggap dirinya tidak berdaya sehingga mereka mengharapkan bantuan dari orang lain. Maka hal ini menjadi celah bagi seseorang yang ingin duduk dalam kursi kekuasaan untuk memberikan uang karena pemberian yang diterima akan dimaknai sebagai tindakan prososial atau tindakan ‘menolong’ yang diharapkan oleh masyarakat. Kontrol normatif masyarakat juga tidak bekerja saat penyelenggaraan pemilu tiba, karena masyarakat merayakan budaya pragmatisme ini bersama-sama. Bahkan bagi banyak individu, melakukan praktik politik transaksional akibat dari meniru atau dalam istilah psikologi disebut ‘modelling’ terhadap perilaku masyarakat yang lain. Harapannya setelah mengetahui akar permasalahan fenomena politik transaksional, baik dari masyarakat maupun pemerintah dapat mencari solusi bersama-sama agar cita-cita untuk menyelenggarakan pemilu yang bersih dapat terlaksana.

Rabu, 26 Juni 2019 Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember menyelenggarakan seminar nasional bertema “Sustainable Development Goals For Agriculture” di Era Industri 4.0 Menuju Liberalisasi Pangan Dan Energi. Dihadiri oleh 67 pemakalah, 117 peserta dari mahasiswa fakultas pertanian, dan 22 peserta dosen dari berbagai kota yakni Malang, Surabaya, dan Ngawi. Dihadiri oleh Ir Iskandar Umarie, M.P yakni dekan fakultas pertanian UM Jember, Dr. Ir. Teguh Hari Santosa, M.P yakni WR I mewakili Rektor UM Jember dan dihadiri pula sebagai tamu undangan Ir. Eddy Purnomo, MP dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balingbangtan Jawa Timu bertempat di Gedung Aula Ahmad Zaenuri, UM Jember. Dalam laporannya ketua panitia bapak Ir. Hudani Hasbi., MSc mengatakan bahwa seminar nasional ini diselenggarakan dengan tujuan untuk ikut andil dalam SDGs Indonesia yakni 17 tujuan dengan 169 pencapaian yang terukur dan tenggat yang telah ditentukan oleh PBB sebagai agenda dunia pembangunan untuk kemaslahatan manusia dan planet bumi dengan mengikut sertakan generasi milenial dalam wadah seminar nasional.

4 Keynote Speaker dari dalam dan luar kampus yakni :

1. Prof. Dr. Ir. Rudi Wibowo, M. S – Direktur Pasca Sarjana Universitas Jember.

2. Dr. Ir. Priyono, DIRS. – Direktur Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia.

3. Dr. Ahmad Talib, S.P., M.Si – Dekan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Maluku Utara.

4. Ir. Fahrurrozi, M.Sc., Ph.D. – Dekan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu.

Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari yakni 26-27 Juni 2019. Pada 26 Juni dilangsungkan kegiatan Seminar Nasional bersama 4 Narasumber, lomba makalah yang bertemakan SDG’s dengan 2 Paralel, dan pada malam hari yakni Gala Dinner bersama Dr. Ir. Muhammad Hazmi DESS, rektor UM Jember. Pada hari kedua 27 Juni, kunjungan tamu undangan ke Indonesian Coffe And Cocoa Research Institute. Dalam sambutannya dekan fakultas pertanian Ir. Iskandar Umarie M.P mengatakan bahwa peran agriculture sangatlah berdampak pada kemaslahatan umat untuk menjadi solusi berkelanjutan yang didukung oleh teknologi dan SDM yang mumpuni sehingga dari saat ini perlu adanya kegiatan yang mengikut sertakan anak-anak muda sebagai bekal dunia untuk menghadapi revolusi dunia.

Copyright © 2017 University of Muhammadiyah || UPT Pusat Data & Informasi

OffCanfas (ID)