Tridharma Perguruan Tinggi, Dosen Universitas Muhammadiyah Jember aktif melakukan Pengabdian terhadap Masyarakat yang hasilnya langsung diaplikasikan dan bermanfaat bagi masyarakat, seperti yang dilakukan oleh Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jember Mad Zaini, M.Kep.,Sp.Kep.J dan Ginanjar Sasmito Adi, M.Kep.,Sp.Kep.MB, dengan membentuk kelompok suportif bagi penderita hipertensi di kabupaten Banyuwangi.

Masalah kesehatan fisik masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat terutama pada penyakit tidak menular (PTM) misalnya hipertensi, stroke, penyakit jantung dan diabetes mellitus. Secara umum, penyakit tidak menular (PTM) yang menjadi penyebab mortilitas nomor satu setiap tahunnya adalah penyakit kardiovaskuler (WHO, 2013). Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor risiko terbesar penyabab mortilitas dan mordibitas pada penyakit kardiovaskular. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masih banyak kejadian hipertensi di masyarakat yang belum terdiagnosa dan mendapatkan pelayanan kesehatan secara baik. Berdasarkan uraian diatas, klien dengan hipertensi akan mengalami perubahan-perubahan baik secara fisik maupun sosial. Perubahan-perubahan yang dialami klien hipertensi seperti perubahan gaya hidup, diet, kegiatan pengobatan yang rutin menjadi stresor terhadap munculnya masalah kesehatan jiwa seperti kecemasan dan depresi.

Menurut hasil Penelitian Kemenkes tahun 2013, menyebutkan bahwa angka kejadian hipertensi di Indonesia sebesar 26,5% pada tahun 2013, dari angka tersebut yang terdiagnosa oleh tenaga kesehatan atau dengan riwayat minum obat hanya 9,5%. Hasil Riset Kesehatan dasar tahun 2013 terkait masalah kesehatan jiwa yang disebabkan oleh masalah fisik, psikologis atau sosial menyatakan bahwa prevalensi terjadinya masalah kesehatan jiwa ringan atau gangguan mental emosional adalah sebesar 6,0% dari jumlah penduduk Indonesia. Data tersebut berarti setiap 100 orang penduduk terdapat 6 orang yang megalami gangguan mental emosional yang sebagian besar disebabkan oleh penyakit fisik yang bersifat kronis.

Prevalensi kejadian hipertensi atau tekanan darah tinggi di Kabupaten Banyuwangi menunjukkan hasil yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Kondisi ini juga dipengaruhi oleh rendahnya kesadaran masyarakat untuk berperilaku sehat (Dinas Kabupaten Banyuwangi, 2016). Mengacu pada Prevalensi masalah-masalah kesehatan seperti hipertensi di Kabupaten Banyuwangi yang terus meningkat, maka Program Kemitraan Masyarakat “Kelompok Suportif Hipertensi” menitik beratkan pada upaya preventif dan rehabilitatif masalah kesehatan fisik dan psikososial untuk memberikan resolusi permasalahan dengan segera, memberikan motivasi dan perubahan perilaku individu dan keluarga denga hipertensi.

Kegiatan kelompok suportif hipertensi di Kabupaten Banyuwangi dilakukan melalui beberapa tahapan, diantaranya kegiatan sosialisasi, koordinasi dan pelaksanaan kegiatan suportif hipertensi. Kegiatan sosialisasi dilakukan pada individu dan keluarga di wilayah Banyuwangi melalui kegiatan pendidikan kesehatan dan pemeriksaan kesehatan secara gratis. Berikut ini kegiatan sosialisasi dan pemeriksaan kesehatan.

Kegiatan selanjutnya, adalah koordinasi dengan pemerintah setempat, dinas kesehatan, tokoh masyarakat dan tokoh agama. Setelah mendapatkan support dan informasi yang detail tentang kondisi masyarakat dan kondisi kesehatannya di wilayah kabupaten banyueangi, kegiatan selanjutnya adalah pembentukan kelompok suportif hipertensi. Pelaksanaan kegiatan suportif hipertensi dilaksanakan selama 2 kali pertemuan, guna memberikan pembekalan kepada masyarakat dalam merawat hipertensi yang dialami. Peserta yang ikut dalam kegiatan suportif pada mitra I dan mitra II sebagian besar berusia lebih dari 45 tahun. Kegiatan suportif yang dilakukan diantaranya mengidentifikasi kemampuan individu dan sumber pendukung dari dalam dan luar individu (keluarga), latihan menggunakan sumber pendukung dari dalam dan luar individu. Hasilnya kegiatan suportif berjalan dengan lancar, para peserta berperan aktif selama kegiatan dibuktikan dengan beberapa pertanyaan diajukan oleh anggota kelompok. kegiatan dibuktikan dengan beberapa pertanyaan diajukan oleh anggota kelompok.

Selama kegiatan pengabdian masyarakat, seluruh kegiatan disupport oleh LPPM UM Jember dan Ristek Dikti melalui program Hibah Pengabdian Masyarakat tahun 2018. Kegiatan dilakukan sekitar 1-2 bulan oleh dosen dan tim serta melibatkan mahasiswa kesehatan di UM Jember.

Copyright © 2017 University of Muhammadiyah || UPT Pusat Data & Informasi