FH UM Jember Gelar Diskusi Publik “persoalan Hukum dalam perspektif konstitusi politik” bersama Rocky Gerung

Lebih dari 500 orang terdiri dari Mahasiswa , Akademisi, Politikus beserta masyarakat umum menghadiri acara Diskusi Publik Fakultas Hukum Unmuh Jember dengan tema "Persoalan Hukum dalam Prespektif Konstitusi dan Politik",(08/10 2018). Bertempat di Gedung Aula A. Zaenuri UM Jeember. Sebagai Narasumber utama adalah Prof. ROCKY GERUNG (Pengamat Politik), SURYONO AHMAD (Akademisi/Advokat/Narasumber), HAVID ALFAN (Instruktur Nasional Labour Working group/Moderator). Disamping itu turut diundang pula diantaranya AHMAD ANIS, S.E (Ketua KPU Kab. Jember), SUYATNA S.H, M.H. (Dekan Fakultas Hukum Unmuh Jember), Staf Rektorat Univ. Muhammadiyah Jember, Anggota Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Jember dan Perwakilan Partai Golkar dan Partai Gerindra.

Acara di Awali dengan pembukaan oleh pemandu acara, Pembacaan Do'a, Menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Sang surya, Sambutan - sambutan dan penutup. Dalam sambutanya ANDI SAPUTRA (Ketua Komisariat Justitia IMM Unmuh Jember) menyampaikan Seminar dilaksanakan dikarena kerasahan kader-kader IMM pada saat berdiskusi dimana produk hukum selalu menimbulkan pertayaan multidimensial di ranah akademis dan pada dasarnya selalu ada lubang atau celah pada saat makziat politik hukum sedang berlangsung, maka berlatar belakang itulah acara diskusi ini digelar. Jelas andi dalam sambutan. Dalam sambutan lainnya bapak SUYATNA (Dekan Fakultas Hukum Unmuh Jember) mengatakan bahwa konstitusi memiliki peran utama dan dasar ketentuan hukum yg ada dibawahnya sehingga peraturan perundang-undangan yang dibuat tidak boleh menyimpang dari Konstitusi. Kampus merupakan tempat untuk mendidik para penerus generasi bangsa agar mampu menjalankan sistem ketetanegaraan.

Diskusi publik dimulai dengan narasumber satu bapak SURYONO AHMAD (Akademisi) menyampaikan beberapa hal diantaranya, 1). Merayakan perbedaan yg ada di rakyat indonesia saat ini telah tiada di rezim ini dimana apabila terdapat perbedaan pada pemerintah telah dianggap berada pada kubu Prabowo, 2). Kegiatan diskusi ini bukan merupakan provokasi politik dikarenakan acara ini didasari karya ilmiah, 3). Janji kampanye yg disampaikan Presiden pada saat kampanye namun tidak ditepati, hal tsb tidak ada dalam pasal konstitusi agar perbuatan tsb dpt ditindak atau mendapatkan punishmen, 4). Proses pencarian konstitusional di Mahkamah Konstitusi belum sempurna, dimana keputusan seluruhnya ditentukan oleh suara terbanyak hakim.

Sedangakan narasumber dua Prof ROCKY GERUNG menyampaikan beberapa pendapat terkait tema yang digagas oleh panitia. Dalam paparanya mengatakan “ Saat ini tidak ada istilah cara pandang dalam Politik yg ada hanya cara "ngamuk" dalam kontestasi. Konstitusionalisme merupakan transisi dari kekuasaan raja menjadi kekuasaan rakyat dalam sejarah terbentuk konstitusi. Demokrasi diindonesia saat ini terbalik dimana pemenang dalam demokrasi dianggap menjadi suara tuhan. Politik saat ini dianggap mengakali konstitusi dimana pihak yg berkuasa dapat merubah konstitusi. Presiden RI harus cerdas dimana secara konstitusi pertama Presiden harus mencerdaskan kehidupan bangsa apabila tidak dapat menjalankan perintah tsb maka Presiden Inkonstitusional. Setiap pemikiran kritis pada rezim saat ini dianggap makar dan dapat dijerat dg segala aturan yg ada. Politis di indonesia saat ini kalau telah menjadi DPR berlomba2 utk memperebutkan anggaran APBN dimana segala Partai akan berusaha menempatkan kadernya di banggar.

Setelah pemparan selesai dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Selama kegiatan diskusi berlangsung sangat kondusif dan aman.

Copyright © 2017 University of Muhammadiyah || UPT Pusat Data & Informasi