M Ulul Fauzi Mahasiswa FKIP UM Jember Raih Silver Medal Dalam Ajang KTI Di Korea Selatan

Muhammad Ulul Fauzi Mahasiswa Fakultas keguruan dan Ilmu pendidikan tingkat semester lima program studi pendidikan matematika. Nampaknya tengah berbangga diri karena telah berhasil meraih silver medal dalam ajang karya Tulis Ilmiah di Korea Selatan pada 1 Agustus 2018 . Ulul sapaan akrabnya bersama dosen pembimbing Nurul Imamah M.Si berhasil menciptkan karya ilmiah baru dibidang pendidikan berjudul MAKSUM As A Tool Improves Learning Stimulation Multiplication Numbers 6 To 10 In The Students In 7th Grade Of Junior High School. Judul karya ilmiah ini lolos dalam KTI WICO (World Invention Creativity Olympic) 2018 di korea selatan, dimana itu masuk dalam bidang educational item.

“MAKSUM As A Tool Improves Learning Stimulation Itu adalah judul yg saya angkat dalam Dalam KTI ini, saya mengembangkan metode perkalian jarimatika angka 6 sampai 10 yang biasanya diajarkan pada anak2, kelas VII SMP itu masuk dalam kategori anak, karena kebanyakan dari mereka berusia 12 tahun”. Jelas Muhammad Ulul Fauzi.

Dalam penjelasan lain Ulul Fauzi mengatakan protype yang dia presentsaikan bernama MAKSUM (Mainan Anak perkalian Semangat Untuk Menghitung) atau dalam bahasa Inggrisnya a prop for counting multiplicaton. Dalam perlombaan berlangsung, 2 orang juri beserta staf penerjemah juri (bahasa Inggris ke bahasa korea) para juri datang langsung ke tempat masing2 peserta lomba atau disebut juga dengan stand presentation, kemudian saya menjelaskan dengan durasi presentasi maksimal 10 menit secara singkat dan padat. Kemudian barulah diberitahu tentang hasil yang diperoleh kepada masing masing peserta.

Dalam KTI WICO (World Invention Creativity Olympic) 2018 di korea selatan, diikuti 20 Negara peserta seperti Korea Selatan, USA, Malaysia, Thailand, Macau, Taiwan, Cina, Vietnam, India, Mesir, dll. Adapun jumlah timnya ada 256 tim dari seluruh negara. “Dalam kesuksesan ini, tak luput dari civitas Unmuh Jember terutama para dosen pembimbing yang membantu saya dalam hal persiapan seperti mentoring presentasi menggunakan bahasa inggris sendiri dan beberapa kali disuruh untuk presentasi di depan kelas atau dosen-dosen FKIP matematika” Jelas Ulul Fauzi.

Untuk dapat lolos dalam KTI ini ada beberapa tahapan yang harus dilakukan pada setiap negara telah ada panitia penyeleksi tersendiri, seperti korea bernama KUIA, canada dan USA ada TISIAS, sedangkan di Taiwan ada WIIPA, dan Indonesia ada INNOPA, dari indonesia ada 70 tim yg daftar dan yg lolos ke korea selatan ada 20 tim. “Kedepannya saya akan kembangkan KTI ini menjadi jurnal dan saya akan berusaha untuk bisa terbit ke Google Scholar, dan dari pengalaman ini saya bisa menambah poin utk seleksi beasiswa LPDP LN, karena saya mau langsung lanjut S2 di New Zealand, dengan bekal kti ini, saya bisa memperdalam berbagai literatur khususnya di bidang pedagogi, karena itu keahlian saya”, harap Ulul Fauzi. “karena keberhasilan itu prosesnya panjang dan melelahkan, banyak orang hanya melihat pada hasil akhir saja dan tidak tahu prosesnya” Imbuhnya.

Copyright © 2017 University of Muhammadiyah || UPT Pusat Data & Informasi