Bentuk Kelompok Tukang Sampah Sehat Di Jember. Dosen UM Jember Berhasil Dapat Dana Hibah

Universitas Muhammadiyah sebagai institusi pendidikan tinggi mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam melaksanakan catur dharma, antara lain melaksnakan pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan Al-Islam Kemuhammadiyahan. Dosen sebagai masyarakat kampus Perguruan Tinggi Muhammadiyah harus mampu melakukan keempat-empatnya.

Salah satu bentuk aplikasi catur dharma perguruan tinggi, dosen Universitas Muhammadiyah Jember melakukan kegiatan pengabdian masyarakat, baik kepada masyarakat terdidik maupun masyarakat umum.

Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dapat dilakukan dengan merujuk pada data dan fakta yang mengarah pada urgensitas dan kebutuhan masyarakat.

Sejauh ini melihat kondisi masyarakat kelompok tukang sampah merupakan salah satu hal yang membutuhkan sentuhan kepedulian dari berbagai pihak, baik dari ranah pengetahuan, sikap, dan psikomotornya dalam berperilaku hidup bersih dan sehat meskipun dalam keseharianya berkecimpung dengan lingkungan yang jauh dari bersih. Menurut Asmudji SKM., M.Kep mengtakakan “Sebagai tukang sampah dengan pekerjaan yang selalu bersentuhan dengan berbagai macam bentuk dan jenis sampah, sangat memungkinkan sekali terjadinya kontak antara tukang sampah dengan bibit penyakit yang berada di dalam sampah.” Jelasnya. “Salah satu bibit penyakit yang memungkinkan dapat tumbuh dan berkembang biak pada diri tukang sampah adalah penyakit cacing”. Imbuh Asmudji.

“Berawal dari hal itulah dibutuhkan satu hal perubahan yang dapat memberikan dampak baik bagi para tukang sampah. Sebuah program pengabdian masyarakat pada kelompok tukang sampah solusi tepat dan cocok untuk mereka”, Tegas Asmudji.

Dalam sebuah pengabdian diketuai langsung oleh Bapak Asmudji S.Km.,M.Kep pada tanggal 23 Juni 2018 lalu, telah berhasil memberikan pendidikan/penyuluhan kesehatan tentang perilaku hidup bersih dan sehat kepada beberapa kelompok tukang sampah di area Jember , selain itu juga memberikan alat pelindung diri berupa sepatu boot yang kedap air, sarung tangan karet, dan masker guna meminimalisir kemungkinan terburuk yang bisa menyerang para pekerja tukang sampah.

Sebelum kegiatan tersebut di atas dilakukan, yang dilakukan adalah dengan melakukan screening berupa pemerikasaan telur cacing di area kuku, pemeriksaan hemoglobin (Hb), dan pemberian obat cacing bagi yang positif di area tubuhnya ditemukan telur cacing. “ saya sangat berharap dapat menjadi kegiatan rutin, sehingga kesehatan dan kualitas hidup tukang sampah dapat terjaga dengan baik”, sambut Asmudji selaku peneliti. “Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini antara lain Kemenristekdikti, Universitas Muhammadiyah Jember, Mahasiswa dan semua pihak yang ikut berkontribusi”. Imbuhnya.

Copyright © 2017 University of Muhammadiyah || UPT Pusat Data & Informasi