MAHASISWA HARUS MEMILIH !!!

Media sosial berhubungan erat dengan kehidupan masyarakat. Manusia adalah makhluk sosial, untuk itu sudah menjadi naluri manusia untuk saling berhubungan.

Media sosial berusaha untuk memenuhi itu. Media sosial berkembang dikarenakan bermunculannya banyak situs  web berjenis jejaring sosial yang menyediakan konsep web 2.0. situs web berperan sebagai perantara untuk para pengguna situs. 

 

Tingkat akses internet didominasi oleh situs-situs  jejaring sosial, hal ini disebabkan oleh adanya dukungan dari operator dengan banyaknya perangkat komunikasi yang cerdas dan relatif murah. Salah satu penelitian menggambarkan sosial media di Indonesia adalah sebagai alat untuk memperoleh pengakuan secara sosial dalam bentuk pengakuan dan pujian, media sosial juga digunakan untuk berbagi dan mengakrabkan diri dengan orang lain.

 

Media sosial merupakan sebuah aplikasi untuk berpartisipasi, memberikan sebuah jalur komunikasi yang multidireksional antara satu pengguna dengan yang lain. Mampu menyampaikan pesan, tautan dan tema diskusi tepat pada layar home pengguna. Pengguna akan dengan mudah mengakses dikarenakan aplikasi media sosial telah memiliki variasi bentuk dan fungsi yang banyak salah satunya adalah facebook.

 

Pengguna facebook Indonesia adalah kedua terbesar di dunia. 88 juta pengguna berasal dari Indonesia, 94% pengguna Facebook di Indonesia mengakses dari gedget mobile(kompas,2016). Sedangkan jika di tinjau dari umur, 85% pengguna berumur kurang dari 35 tahun, mayoritas berasal dari golongan umur 18 – 24 tahun dengan jumlah 41% (socialbaker,2010). Umur tersebut merupakan golongan umur pelajar 2 dan mahasiswa yang merupakan potensi yang besar untuk berbagi diskusi dan menindaklanjuti proses perkuliahan.

 

Proses perkuliahan melibatkan banyak waktu di dalam dan di luar kampus. Idealnya, perkuliahan dilakukan di dalam ruang kuliah, untuk kemudian mahasiswa melakukan dan melatih kembali sub materi kuliah yang akan atau telah diajarkan dalam proses perkuliahan. Selama perkuliahan di dalam kelas, mahasiswa dengan mudah melakukan komunikasi dua arah dengan dosen maupun dengan mahasiswa lain, namun saat melakukan tugas dan pendalaman materi diluar ruang kuliah, mahasiswa akan mendapatkan beberapa masalah dalam hal komunikasi dan berbagi masalah. 

 

Kampus pada umumnya telah memiliki fasilitas pembelajaran jarak jauh. Komputer server pembelajaran jarak jauh ini sebagian besar dibangun dan di kelola oleh dosen-dosen kampus dan mahasiswa yang berkompeten. Komputer server memiliki batasan kapasitas tertentu, selain  itu, komputer server di sebuah kampus pada umumnya berspesifikasi teknis yang rata-rata. Sehingga aksesibilitas dan kemampuan server untuk melayani permintaan pengguna yang semakin lama semakin banyak akan turun.

 

Media sosial sangat berpengaruh dengan nilai prestasi akademik. Hal ini seyogyanya dapat menjadi pemantik mahasiswa dalam mengaktualisasi dan mengarahkan potensi-potensi positif. Maksudnya adalah dengan penguasaan media sosial. mahasiswa dapat mencari refrensi-refrensi yang sesuai dengan keilmuannya yang saat ini di ambil. Selain mahasiswa dapat mengembangkan insting berwirausaha karena saat ini marak bisnis berbasis online.

 

Namun realita tidak seluruhnya demikian. Malah banyak mahasiswa yang terlena atau hanyut dengan arus media sosial tersebut. Dampaknya, banyak mahasiswa yang terkesan pendiam tenggelam dengan hidupnya sendiri dan sibuk mencari eksistensi diri agar lebih banyak dikenal khalayak umum.

 

Sungguh ironis, mahasiswa yang seharusnya menjadi agen perubahan malah menjadi korban perubahan dan perkembangan teknologi. Sungguh miris melihat mahasiswa yang perannya sebagai pengontrol malah tak dapat terkontrol karena ulahnya sendiri atau termotivasi dengan mahasiswa yang diliputi gengsi.

 

Maka dari situlah kita harus pandai memilah dan memilih apa yang akan di jalani atau digunakan dalam proses diri. Mahasiswa  harus pandai mencari kawan serta media sosial yang akan menjadi gaya hidup. Kemudian kontrol dari seluruh aspek yang memiliki kewenangan untuk membimbing mahasiswa menuju karakter yang sebenarnya. Dengan hal demikian save kontrol lebih kuat dan kelak Indonesia akan memiliki pemuda yang berkarakter unggul dan berkemajuan. (MN)